Categories: Blog

apa itu scarcity

Apa Itu Scarcity

Scarcity adalah kelangkaan, atau jumlahnya langka, terbatas, dan tidak semua orang bisa dapat.

Dalam dunia marketing dikenal istilah ini teknik scarcity, yang bertujuan memberitahukan kepada calon customer agar segera action melakukan pembayaran bila tidak ingin kehilangan produk tersebut atau kehilangan momen terbaik mendapatkan produk tersebut.

Contoh :

  • Besok harga naik, segera transfer sekarang juga agar invoice tidak hangus
  • Hanya untuk 50 pembeli pertama yang mendapatkan harga diskon, setelah itu harga naik
  • Tersisa 10 buah lagi, siapa cepat ia dapat

dan lain semacamnya.

Anda pernah mendapatkan promo seperti itu bukan?

Apakah Scarcity Itu Buruk ?

Teknik scarcity yang biasa dilakukan oleh para marketer atau seller di seluruh dunia, bisa baik dan bisa juga buruk. Bagaimana itu kok bisa baik dan bagaimana bisa buruk??…

itulah yang akan kita bahas di blog ini.

Teknik Scarcity atau kelangkaan yang bernilai baik adalah hanya jika memang sesuai dengan apa yang dikatakan, apa yang dituliskan oleh sellernya. Alias JUJUR, dapat dipercaya.

Scarcity Baik

Apa itu scarcity yang baik :

Jika dikatakan hanya sisa 100 saat ini, yang memang benar produknya hanya untuk 100 pembeli. Kecuali makanan/minuman yang bisa diproduksi kembali.

Jika dikatakan besok ditutup, artinnya memang penjualannya ditutup besok hari, jika besok masih buka maka itu udah gak bener, gak konsisten.

Jika dikatakan setelah pembeli ke 50 harga akan naik, maka ya benar-benar naik bukan mengakali pembeli.

Jika dikatakan produk ini khusus dibuat hanya untuk 30 orang saja, maka ya benar dilakukan. Bila sudah ada 30 pembeli, maka hanya merekalah yang bisa menggunakan produk tersebut di dunia. Dan misalnya memberikan kesempatan hanya bisa dijual oleh 30 orang tersebut, maka yang memang hanya mereka 30 orang tersebut yang bisa menjualnya. Tidak ada penjual ke 31,32, dan seterusnya.

Scarcity Buruk

Apa itu scarcity yang buruk :

Sedangkan scarcity yang buruk inilah yang harusnya kita hindari, harus dihindari oleh para marketer-marketer baik besar maupun kecil. Mirisnya masih ada saja marketer / pebisnis online yang sudah punya nama besar, tapi masih melakukan teknik scarcity buruk ini.

Teknik scarcity yang buruk tentu bisa kita katakan menipu, ngibul, mengakali para calon pembelinya.

Dia bilang harga terhemat hanya untuk 50 orang pertama, tetapi ternyata tidak seperti itu, rupanya masih membuka lagi untuk pembeli ke 51 dan seterusnya dengan harga yang sama. nah ini namanya ngakalin bukan?

Bilangnya besok ditutup, namun ternyata masih dibuka lagi…

Harga Pre Order / Pre Launch yang lebih MAHAL dibandingkan dengan harga setelah Launch..ini juga aneh bahkan seolah-olah tidak terjadi apa-apa sama sekali. Ia jualan terus, laku terus, dan seterusnya tanpa ada permintaan maaf atau perasaan bersalah sekalipun.

Sayang sekali, produk terjual banyak tetapi kurang jujur sehingga hasilnya kurang berkah walaupun ia menjadi kaya karenanya.

Bila ada pembelinya yang tahu, maka si seller ini akan kehilangan kepercayaan, kehilangan TRUST

yang tentu ini tidak baik buat masa depan seller itu sendiri. Ia akan kehilangan beberapa customer terbaiknya hanya karena melakukan teknik scarcity yang buruk ini.

Yang Harus Dilakukan

Tentu kita jangan mencontoh yang tidak baik dari pelaku-pelaku scarcity bohongan tadi, atau dikenal dengan sebutan fake scarcity. Apa itu scarcity yang fake?

Fake scarcity = scarcity buruk , kerap dicap sebagai bentuk penipuan, pengakalan , dan sebagainya.

Sebagai penjual : hindarilah melakukan fake scarcity, lakukan yang real saja / scarcity baik dengan jujur. Bila ingin menerapkan sistem penjualan harga naik otomatis setelah pembeli ke jumlah tertentu, anda dapat menggunakan sistem dari membership yang satu ini misalnya. Sehingga tanpa anda monitorpun maka harganya akan naik sesuai plan dari sistem membership tersebut. Anda tenang, melindungi pembeli yang sudah lebih dahulu membeli, dan trust dapat meningkat atau minimal terjaga. Kemungkinan terjadi repeat order/ pemesanan berulang pun menjadi sangat besar jika anda jujur dalam bermuamalah.

Jangan lupa dengan after sales jika produknya memang membutuhkan after sales service ya.

Sebagai pembeli : amati dan lihatlah kejujuran si seller, bila anda merasa nyaman dengannya dan terlebih lagi ia jujur, maka jangan ragu membeli darinya, karena tipe penjual seperti ini tidak selalu dapat ditemui.

Jadi sudah jelas ya apa itu scarcity, perbedaan antara scarcity yang benar dengan scarcity yang tidak baik….

Semoga bermanfaat, sukses selalu untuk Anda.

admin

giving value for you

Recent Posts

AI UGC Generator: Cara Membuat Video UGC Profesional dalam Hitungan Menit

AI UGC Generator: Cara Membuat Video UGC Profesional dalam Hitungan Menit untuk Affiliate Marketing dan…

2 days ago

Capek Pakai Banyak Tools Jualan yang Terpisah, Ternyata Solusinya Bisa Sesederhana Ini

Scalev: Saat Saya Capek Pakai Banyak Tools Jualan yang Terpisah, Ternyata Solusinya Bisa Sesederhana Ini…

1 month ago

Masih Bingung Mulai Shopee & TikTok Affiliate?

Masih Bingung Mulai Shopee & TikTok Affiliate? Mungkin yang Kurang Bukan Semangat, Tapi Arahnya Beberapa…

1 month ago

AI Pakai HP: Panduan Lengkap untuk Pemula hingga Profesional

Bayangkan ini: Anda sedang dalam perjalanan, duduk di kafe, atau bahkan bersantai di taman. Tiba-tiba,…

4 months ago

Rahasia Tersembunyi di Balik Sukses Affiliate Shopee: Mengapa Anda Telah Dibohongi dan Cara Sebenarnya Meraih Jutaan

Pernahkah Anda merasa bahwa semua panduan tentang cara affiliate Shopee yang Anda baca terasa sama?…

7 months ago

Cara Affiliate TikTok: Bongkar Rahasia Tersembunyi & Hindari Jebakan Mitos yang Menyesatkan!

Apakah Anda sering mendengar janji manis tentang penghasilan melimpah dari cara affiliate TikTok? Ribuan orang…

7 months ago